Postingan

Rasa takut itu abadi

Dalam kisah Adam dan Hawa diceritakan bahwa dahulunya mereka hidup di surga. Surga adalah tempat yang indah yang menyediakan segala macam yang dibutuhkan, semua bisa dengan mudah tercukupi. Karena melakukan pelanggaran, akhirnya mereka dibuang dari surga. Adam dan Hawa harus melanjutkan hidup di dunia. Di dunia, segala yang dibutuhkan harus diusahakan, tidak seperti di surga. Di sini mulai muncul rasa takut, akankah bisa bertahan hidup. Zaman berkembang dengan berbagai produk budayanya. Kemajuan bisa berjalan tetapi ada satuyang tidak berubah yaitu rasa takut. Rasa takut ini dialami manusia pada setiap zamannya.  Sisi baik dari rasa takut adalah adanya produk-produk untuk bertahan hidup dari orang-orang yang kreatif. Rasa takut yang dimilik manusia ini bisa dimanfaatkan oleh pihak lain yang pandai memanfaatkan peluang. Isu yang tertanam di pikiran manusia modern yang paling populer adalah tentang uang dan pendidikan, maksudnya pendidikan formal. Dua hal tersebut dianggap pen...

Tradisi bertanya dalam belajar

Gambar
Malu bertanya sesat di jalan. Itu adalah sebuah ungkapan lama dalam bahasa Indonesia ataupun dahulunya bahasa Melayu. Bahwa jika kita segan atau malu untuk mengajukan pertanyaan, kita bisa tersesat atau susah untuk menemukan jalan. Ini menunjukkan betapa pentingnya bertanya dalam sebuah proses/ perjalanan. Bertanya, ini seolah sederhana tetapi tidak setiap orang bisa untuk bertanya. Misalkan dalam sebuah forum jika ada waktu untuk audien bertanya, maka secara umum tidak selalu secara spontanitas bertanya. Ada rasa malu, canggung, ragu-ragu atau malah bingung. Diberi kesempatan untuk bertanya tetapi malah bingung, yang mau ditanyakan itu apa juga tidak tahu. Bertanya, cara ini juga digunakan oleh filusuf kondang dari Yunani, Socrates. Socrates menggunakan metode bertanya, bukan menjelaskan. Dari bertanya ini kemudian muncul jawaban-jawaban, ide dan gagasan dan pada akhirnya akan ditemukan jawaban yang benar berdasarkan logika dan fakta. Untuk mencari sebuah kebenaran memang...

Anti logika

Gambar
Pertempuran Badar adalah pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H. Pasukan kecil kaum Muslim yang dipimpin oleh Nabi Muhammad berjumlah 300an orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000an orang. Setelah bertempur habis-habisan, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Perang tersebut sekaligus menewaskan beberapa pemimpin penting Quraisy, antara lain ialah Abu Jahal . Secara logika, melihat perbandingan jumlah orang, pasukan Muslim kemungkinan besar akan kalah. Jumlah pasukan Muslim cuma sekitar sepertiga dari musuhnya itu. Tetapi ternyata, hidup ini tak selalu bisa dipahami dengan logika. Ada banyak hal sebenarnya yang secara logika tidak mungkin, tetapi bisa saja terjadi. Peristiwa terbelahnya laut saat Musa beserta rombongan dikejar pasukan Firaun , itu sepertinya juga tidak masuk akal, tidak bisa diterima dengan logika. Dengan mem...

Tarekat tinggal turu

Gambar
Kewajiban petani adalah nandur ataupun menanam, kemudian memupuk, merawat tanaman tersebut, menghilangkan hama-hama yang dapat mematikan atau mengganggu pertumbuhannya. Segala usaha dilakukan secara maksimal, sedangkan tentang hasil, itu diserahkan urusannya kepada Allah. Pasrah itu menerima keadaan setelah melakukan segala macam usaha bukan diam tanpa usaha, kalau yang seperti itu namanya pasrah bongkokan. Terkadang sebagian orang salah kaprah terhadap pengertian ini. Seperti halnya dalam sebuah cerita, seseorang yang membiarkan keledainya tidak diikat ketika akan ditinggal masuk masjid dengan alasan kalau memang takdirnya keledai tidak akan hilang. Seharusnya diusahakan dahulu , keledai itu diikat terlebih dahulu kemudian baru bertawakal atau berserah diri. Para pemuda Ashabul Kahfi itu telah berusaha maksimal menyelamatkan diri dari orang-orang yang mengejar, kemudian mereka masuk gua dan tidur, atau sebenarnya adalah tertidur. Ketika kita menghadapi masalah dan merasa sud...

Belajar, bukan sekolah!

Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat. Ini berarti bahwa kewajiban kita belajar adalah sepanjang hayat. Kita bisa belajar dari semua yang ada dalam hidup ini. Belajar dari hal-hal yang sudah kita lewati, yang kita alami. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa memberikan tanda, membaca pola dan sebagainya, sehingga kita tidak akan terjerumus , tertipu atau mengalami kejadian yang kurang menguntungkan. Selain kita belajar kepada "guru" sebagai perantara. Ayat yang pertama-tama turun adalah "iqra" yang berarti bacalah. Membaca , ini tidak hanya terhadap yang sudah tertulis secara teks. Sebenarnya kita bisa belajar membaca yang tidak tertulis. Segala yang terhampar , tersebar di dunia ini adalah juga ayat-ayat. Dalam kenyataannya , belajar ini diartikan ataupun disamakan dengan sekolah, padahal belajar dan sekolah ini tidaklah sama. Mungkin dalam sekolah kita bisa mengambil beberapa hal yang bisa dijadikan bahan belajar, menjadi hal yang berm...

Sinau ke dalam

Gambar
Atas segala kejadian yang kita anggap kurang baik khususnya yang menimpa diri pribadi, sebaiknya kita tidak menyalahkan pihak lain. Ini bisa dijadikan bahan untuk mengoreksi diri, mengapa semua itu terjadi , apakah ada yang salah atau tidak seimbang dalam kita berperilaku. Segala sesuatu yang terjadi tidak mungkin hanya "kebetulan", mungkin ada pesan yang bisa kita gali dan kita cari supaya kita bisa lebih baik dalam berperilaku dalam hidup ini. Kecenderungannya orang akan menyalahkan liyan dan sedikit yang menyalahkan diri sendiri, atau mengakui bahwa dirinya bersalah. Mungkin karena ego yang menguasai, merasa diri ini penting untuk dihargai , dihormati, tidak boleh disalahkan, tidak untuk dilecehkan. Yang ada adalah kita merasa di atas yang lain, merasa lebih penting.Cobalah kita mulai untuk mengendalikan ego, sedikit demi sedikit, atau kalau bisa kita bunuh ego itu. Ada ungkapan dalam bahasa manca, yang jika diterjemahkan kurang lebih berarti " bakarlah egomu...

Buih itu adalah kita

Gambar
Rasulullah berwasiat ; “Kelak, orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian...” Seseorang sahabat bertanya, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kalian seperti buih di atas di lautan! Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuh terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” “Apakah wahn itu?” “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud). Coba kita amati buih ataupun umpluk itu bagaimana. Buih itu ada berwujud tetapi dia kopong kosong, adanya di permukaan, banyak bergerombol, gampang tertiup angin, terombang-ambing oleh ombak ataupun gelombang dan sebagainya, tidak jauh-jauh dari situ. Kita bisa mengetahui ciri-ciri 'buih' dari apa yang telah tertulis tersebut. Mereka itu biasanya cuma melihat segala sesuatu dari permukaan, tidak kemudian mencari hal-hal yang ada di kedalaman. Dalam ungkapan lainnya mereka cuma melihat kulit tanpa belajar tentang isi.  Kecende...