Rasa takut itu abadi

Dalam kisah Adam dan Hawa diceritakan bahwa dahulunya mereka hidup di surga. Surga adalah tempat yang indah yang menyediakan segala macam yang dibutuhkan, semua bisa dengan mudah tercukupi. Karena melakukan pelanggaran, akhirnya mereka dibuang dari surga. Adam dan Hawa harus melanjutkan hidup di dunia. Di dunia, segala yang dibutuhkan harus diusahakan, tidak seperti di surga. Di sini mulai muncul rasa takut, akankah bisa bertahan hidup.

Zaman berkembang dengan berbagai produk budayanya. Kemajuan bisa berjalan tetapi ada satuyang tidak berubah yaitu rasa takut. Rasa takut ini dialami manusia pada setiap zamannya.  Sisi baik dari rasa takut adalah adanya produk-produk untuk bertahan hidup dari orang-orang yang kreatif. Rasa takut yang dimilik manusia ini bisa dimanfaatkan oleh pihak lain yang pandai memanfaatkan peluang.

Isu yang tertanam di pikiran manusia modern yang paling populer adalah tentang uang dan pendidikan, maksudnya pendidikan formal. Dua hal tersebut dianggap penting untuk mencapai kebahagiaan. Sehingga ada perasaan takut jika uang dan pendidikan tidak dikuasai atau dimiliki. Padahal sebenarnya kebahagiaan itu adanya di dalam, didalam hatimu.

Rasa takut ini bersumber pada pikiran, itu karangan kita. Nikmati saja apa yang ada saat ini, tidak usah terlalu mencemaskan yang besok-besok. Apa yang kita miliki tidak terasa nikmat jika kita memikirkan macam-macam. Kemudian tentang pendidikan, banyak yang berpikir bahwa rejeki itu berbanding lurus dengan pendidikan. Bahwa jika berpendidikan tinggi nantiny akan mempunyai pendapatan yang tinggi dan nasib yang baik. Pola pikir seperti itu telah mendarahdaging di masyarakat kita. Padahal ada banyak pengusaha berpenghasilan tinggi yang pendidikannya cuma SD atau SMP.

Terus siapakah sebenarnya menanamkan bahwa uang dan pendidikan penting seperti cerita tadi?
hmm.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buih itu adalah kita

Miskin dan merasa miskin itu beda

Belajar, bukan sekolah!