Tarekat tinggal turu

Kewajiban petani adalah nandur ataupun menanam, kemudian memupuk, merawat tanaman tersebut, menghilangkan hama-hama yang dapat mematikan atau mengganggu pertumbuhannya. Segala usaha dilakukan secara maksimal, sedangkan tentang hasil, itu diserahkan urusannya kepada Allah.

Pasrah itu menerima keadaan setelah melakukan segala macam usaha bukan diam tanpa usaha, kalau yang seperti itu namanya pasrah bongkokan. Terkadang sebagian orang salah kaprah terhadap pengertian ini. Seperti halnya dalam sebuah cerita, seseorang yang membiarkan keledainya tidak diikat ketika akan ditinggal masuk masjid dengan alasan kalau memang takdirnya keledai tidak akan hilang. Seharusnya diusahakan dahulu , keledai itu diikat terlebih dahulu kemudian baru bertawakal atau berserah diri.



Para pemuda Ashabul Kahfi itu telah berusaha maksimal menyelamatkan diri dari orang-orang yang mengejar, kemudian mereka masuk gua dan tidur, atau sebenarnya adalah tertidur. Ketika kita menghadapi masalah dan merasa sudah maksimal berusaha, berserah dirilah kepada Tuhan, kemudian tidur saja.Kita nantikan saja apa yang akan terjadi. Ini bisa menjadi semacam metode atau tarekat, sebut saja tarekat tinggal turu.

Tentang tidur ini unik, ada suatu ungkapan bahwa tidurnya orang berilmu lebih baik daripada "ritualnya" orang bodoh. Piye kuwi? Ternyata tidur ini adalah satu bentuk meditasi yang jarang dipahami kebanyakan orang.Salah satu stasiun TV di Uganda pernah dicabut ijinnya untuk meliput kegiatan Presiden waktu itu, karena menayangkan presiden yang "tertidur" saat sidang di parlemen. Mereka tidak mengerti bahwa Presiden mempunyai kebiasaan bermeditasi berupa tidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buih itu adalah kita

Miskin dan merasa miskin itu beda

Belajar, bukan sekolah!