Rasulullah berwasiat ; “Kelak, orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian...” Seseorang sahabat bertanya, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kalian seperti buih di atas di lautan! Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuh terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” “Apakah wahn itu?” “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud). Coba kita amati buih ataupun umpluk itu bagaimana. Buih itu ada berwujud tetapi dia kopong kosong, adanya di permukaan, banyak bergerombol, gampang tertiup angin, terombang-ambing oleh ombak ataupun gelombang dan sebagainya, tidak jauh-jauh dari situ. Kita bisa mengetahui ciri-ciri 'buih' dari apa yang telah tertulis tersebut. Mereka itu biasanya cuma melihat segala sesuatu dari permukaan, tidak kemudian mencari hal-hal yang ada di kedalaman. Dalam ungkapan lainnya mereka cuma melihat kulit tanpa belajar tentang isi. Kecende...
Miskin itu bisa diartikan kurang lebih sebagai kekurangan pendapatan, kebutuhan tidak tercukupi dan sebagainya. Tetapi ada juga jenis miskin yang lain. Sebenarnya tidak miskin tetapi memiskinkan diri, yaitu menganggap dirinya miskin karena sibuk membanding-bandingkan dengan yang lain. Maksudnya membandingkan dengan yang lebih mewah sehingga merasa dirinya selalu kurang. Padahal secara mendasar kebutuhannya tercukupi. Misal membandingkan dengan teman ataupun tetangga dalam hal kendaraan. Teman ataupun tetangga memiliki motor yang lebih muda atau terhitung keluaran terbaru sedangkan dirinya masih menggunakan motor yang lawas. Walaupun motor yang lawas itu masih berfungsi dengan baik. Sebenarnya hal ini terjadi karena kurangnya rasa syukur. Dalam kitab suci dijelaskan bahwa orang yang tidak bisa bersyukur atau kufur nikmat, baginya adalah siksa yang pedih. Siksa di sini bisa diartikan tidak harus di akhirat. Kalau kita ambil contoh di atas misalnya, orang yang punya motor l...
Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat. Ini berarti bahwa kewajiban kita belajar adalah sepanjang hayat. Kita bisa belajar dari semua yang ada dalam hidup ini. Belajar dari hal-hal yang sudah kita lewati, yang kita alami. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa memberikan tanda, membaca pola dan sebagainya, sehingga kita tidak akan terjerumus , tertipu atau mengalami kejadian yang kurang menguntungkan. Selain kita belajar kepada "guru" sebagai perantara. Ayat yang pertama-tama turun adalah "iqra" yang berarti bacalah. Membaca , ini tidak hanya terhadap yang sudah tertulis secara teks. Sebenarnya kita bisa belajar membaca yang tidak tertulis. Segala yang terhampar , tersebar di dunia ini adalah juga ayat-ayat. Dalam kenyataannya , belajar ini diartikan ataupun disamakan dengan sekolah, padahal belajar dan sekolah ini tidaklah sama. Mungkin dalam sekolah kita bisa mengambil beberapa hal yang bisa dijadikan bahan belajar, menjadi hal yang berm...
Komentar
Posting Komentar