Mewarisi karakter Narcissus


Dalam salah satu  cerita mitologi Yunani diceritakan, ada seorang pemuda yang mencintai bayangan dirinya sendiri. Dia suka mengagumi gambar pantulan dirinya yang nampak di permukaan air. Sampai akhirnya ia terpeleset dan tenggelam ke  dalam danau. Pemuda tersebut bernama Narcissus. Dari nama tersebut kemudian muncul istilah “narsis” yaitu mencintai diri sendiri secara berlebihan.

Tingkat narsis yang paling dasar berupa foto selfi,. Foto yang dibuat oleh diri sendiri  yang secara dominan menampakkan dirinya sendiri. Foto selfi ini kerap kali dibuat tanpa memperhitungkan tempat dan waktu. Narsis ini bermacam-macam bentuknya dan ada dalam berbagai bidang. Narsis di bidang politik misalnya, memasang gambar wajah di baliho dan berbagai macam media lainnya. Dengan percaya diridan bangga merasa dirinya pantas untuk  menjadi pemimpin. Narsis di bidang pendidikan bisa pamer nilai ujian sampai dengan  pamer gelar yang dimiliki.

Ada beberapa karakter yang bisa dibaca pada orang-orang yang memiliki sifat narsis ini, diantara sifat-sifat itu adalah ia  ingin diakui sebagai orang yang hebat, pintar, tampan ataupun cantik. Sibuk membahas  tentang kesuksesan dan sebagainya yang seolah-olah dapat ia raih padahal itu baru hayalan. Selalu ingin dipuji, diperhatikan dan lain sebagainya.

Karakter Narcissus yang mencintai dirinya sendiri ini ternyata diwarisi oleh manusia-manusia kekinian. Jarang dari manusia jaman now yang belajar dari kasus Narcissus ini. Bahwa siapa yang berlebihan mengagumi dan membanggakan dirinya sendiri pada akhirnya  akan terpeleset dan mati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buih itu adalah kita

Miskin dan merasa miskin itu beda

Belajar, bukan sekolah!