keinginan, sumber penderitaan
Adanya penderitaan itu disebabkan oleh
banyaknya keinginan. Bisa juga dikatakan bahwa sumber ketidakbahagiaan adalah
banyaknya keinginan. Sebenarnya keinginan sendiri adalah suatu efek. Munculnya
keinginan itu dikarenakan adanya perbandingan. Semakin banyak membandingkan
maka efeknya adalah banyak keinginan. Ini terjadi dalam banyak hal, misal dari postur tubuh, wajah dan kemudian juga
hal-hal yang bersifat materi, jumlah kekayaan, miskin atau kaya dan juga
menyangkut gaya hidup.
Jadi, cara supaya kita tidak mempunyai banyak keinginan adalah meminimalkan perbandingan. Tetapi konsekuensinya tidaklah mudah ataupun bisa dikatakan berat. Kita harus siap menjadi makhluk asing layaknya alien, ketinggalan jaman ataupun tidak up to date. Berlebaran dengan memakai baju ataupun pakaian yang tidak baru itu sah-sah saja, tetapi kita sudah paranoid , apa kata mereka nantinya. Sebenarnya kita saja yang ribet menghadapinya. Ada satu kalimat dalam bahasa Jawa yang agak menggelitik yaitu, “Gusti mboten rewel, aku wae sing ribet”.Simpel ataupun ribetnya sikap seseorang dalam menghadapi keadaan itu ternyata dipengaruhi oleh jumlah kekayaan ataupun pendapatan. Semakin banyak pendapatan ataupun semakin kaya seseorang itu biasanya lebih ribet .
Hidup kita menjadi tidak efektif karena kita sibuk dengan membuat perbandingan ataupun membanding-bandingkan. Terlebih sekarang adalah era atau jamannya sosial media (sosmed). Sosmed ini menjadi semacam panggung untuk pamer eksistensi dan juga ruang kemunafikan yang luar biasa. Jangan mudah percaya terhadap hal-hal yang sekelebat melintas supaya kita tidak mudah terseret arus. Orang yang sering melakukan perbandingan adalah orang yang mudah terseret arus. Cara untuk mengurangi ataupun menghentikan perbandingan pertama-tama adalah mengecek apakah kita termasuk orang yang mudah terseret arus. Ini menjadi semacam rumus atau sudah hukumnya, bahwa semuanya saling terikat. Kita harus berani ambil sikap untuk memotong rantai itu, supaya hidup tidak mempunyai banyak keinginan dan semoga hidup menjadi tenteram.

Komentar
Posting Komentar